AnsBol #6: El Derbi Madrileño Pertama di Decade Ini.

Derby Madrid sebenarnya pasca peninggalan Christiano Ronaldo memasuki Babak Baru. Diego Simeone, sang Boss ATM dalam beberapa kesempatan selalu berkata Ronaldo dan adalah Penghalang nya dari gelar-gelar bergengsi yang berusaha diraih Atletico Madrid.
Dan di Dekade yang baru ini Atletico dipertemukan kembali dengan Real Madrid yang meski berada dipuncak mereka masih mencari bentuk yang baru mengingat lubang yang ditinggalkan CR7 cukup besar. Di pekan ke 22 Derbi terbesar Ibu Kota Spanyol ini Real Madrid diberikan rintangan dan perlawanan dari Atletico.

Dengan Formasi 4231 Real menerapkan strategi Midfield overload, 5 pemain tengah diturunkan sekaligus. Mencoba menguasai lini tengah dengan sebanyak mungkin penguasaan. Ditambah dengan karakteristik Benzema yang berusaha turun memberi opsi yang malah semakin mempersempit ruang di tengah yang seharusnya dia membuka ke depan.
Di pihak tamu Atletico tanpa Felix menurunkan Vitolo sejak awal sebagai tandem dari Morata, mengandalkan serangan balik dengan skill dan kecepatan dari Correa. Intensitas pressure ditingkatkan saat sepertiga akhir.
Formasi Masing-masing Team.
Di babak pertama, meski Real memiliki penguasaan bola namun selalu buntu terutama karena mereka mencoba menyerang melalui samping namun Midfielder tidak memberikan opsi diantara garis pemain bertahanan dan pemain tengah Atletico yang bisa memberikan ancaman. Dan tidak ada counter pressing sehingga tidak ada serangan yang memanfaatkan proses transisi pemain bertahan ATM. Selain memang perlu di apresiasi keuletan dari Valverde disisi kanan lapangan Real.
Dipihak lain dengan 442 Atletico lebih opurtunis, sayang tidak ada yang bisa dihasilkan dari transisi cepat yang berusaha dilakukan, ini karena technical Foul dari Real. Dan terlihat beberapa kesempatan saat di 1/3akhir lapangan pemain bertahan Real dan pemain tengah tidak fokus dalam bertahan juga buruknya koordinasi diantara mereka, sehingga ada kesempatan utk counter press namun tidak dimanfaatkan cukup baik oleh ATM

average Position Real Madrid, tidak ada pemain yang advance.
Average position Atletico, Corroa memberi opsi utk serangan balik.
Di babak kedua Atletico tidak mengubah banyak strategi, namun Zidane menyemprot pemain nya agar lebih ngotot saat bertahan dan melakukan banyak counter pressing sehingga tidak ada lagi counter attack yang berbahaya dari Atletico, lalu Zidane mengganti 2 pemain tengah nya dengan pemain sayap yang mampu memberikan ancaman dan opsi saat menyerang dari plank, Vinicius Jr. Dan Vasquez. Kedua pemain ini membuka ruang, memberi kesempatan utk full back atau mid fielder menentukan passing atau sekedar berlari kedepan memberi cross. Inilah titik balik dari Real Madrid, Goal semata wayang dari kreativitas Vinicius membuka ruang utk Mendy melakukan assist utk tap in Benzema. And thats it.
NB, Gambar dan Statistik diambil dari Aplikasi Sofascore

Comments