AnsBol #4: Liverpool, Menang Tipis (Lagi), Beruntung (Diuntungkan) lagi.

Tantangan yang dihadapi Liverpool di laga PL gameweek ke 22 kemarin cukup berat dimana Morinho menyiapkan strategi pragmatis nan disiplin sehingga tiada kunci dan pengurai biasa yg bisa menembus pertahanan nya.

Morinho dengan kehilangan Harry Kane tidak bisa mendapatkan banyak pilihan. Turun dengan 352 di atas kertas namun lebih menjadi 422 saat bertahan dengan Aurier atau Rose yng saat melihat situasi turun menjadi back 4, sedang son terkadang masuk ke  depan bersama moura yang seringnya melakukan lari kebelakang back 2 Liverpool saat melakukan long ball dengan transisi yang cepat, yang dalam hal ini lebih sering di netralisir oleh back two Liverpool yang tidak berdiri sejajar tapi yang satu melakukan aerial duel dan yg lain -biasanya van djik- melakukan cover dibelakang saat bola lolos, atau jika tidak ter cover maka Alison akan bergerak cepat dan melakukan sapuan kedepan.


Saat bertahan Spurs sangat Kompak, baik secara vertikal maupun horizontal mereka sangat rapih tidak memberi ruang di 1/3 pertahanan mereka. Jarak antara pemain sangat dekat, kecuali son atau aurier yg menjaga fullback Liverpool. Sehingga sulit bagi team tamu mendapat kesempatan.

Adapun Spurs tidak cukup mendapat kesempatan untuk mengembangkan permainan saat mencoba membangun serangan dari bawah press dr Trio Liverpool merepotkan,  jika ada kesempatan untuk lolos lini tengah mereka yang mana Winks turun menjemput bola dan Eriksen yang di posisi no 10 memiliki jarak yg cukup lebar, begitu pula Dele Ali.

Di babak kedua dengan masuk nya Lamela -yang lebih offensive dan dr Dele Ali- juga Lo Celso -yang memiliki threat levih dari Eriken- akhirnya Spurs memaksa lini tengah dan lini belakang liverpool lebih kedalam memberikan ruang utk winks, aurier dan rose utk melakukan bola panjang kedepan. Hingga Lo Celso yg seharusnya bisa menyamakan kedudukan saat umpan yg bagus dr Aurier ke kotak pinalti Liverpool. Btw, tackle dari Robertson sangat keras dan sangat diuntungkan tidak ada kartu merah dari wasit.

Datang sebagai tamu Liverpool turun dengan formasi 433 dengan Hendo menggantikan Fabinho di posisi pivot dan Chamberlain berada lebih advan, juga Joe Gomez mengganti kan posisi Matip. Saat meneyerang, Formasi menjadi 325 dengan 2 fullback membantu serangan, dan Hendo atau Wijnaldum turun membuat 3 lini belakang entah di tengah atau lebih sering ke belakang TAA.

Ada dua taktik utama yg di terapkan Klopp, pertama Kedinamisan lini tengah dan depan membongkar dan memutar-mutar pertahanan lawan dengan umpan-umpan pendek serta skill individu,kedua,  Sebuah strategi terukur dan teruji dimana lini belakang dan 2 full back dibantu dengan seorang Midfielder melakukan quick switch dengan bola panjang yang luar biasa akurat memberikan beberapa kali ancaman di gawang Gazzaniga. Meskipun goal yg tercipta didapat dari kombinasi pertama.yang mana bisa didapat dari transisi cepat maupun dr tactical intelligent pemain dilapangan, yg di pertandingan kemarin diperagakan oleh Roberto 'Bobby' Firmino.



Comments