Ceritera #1: Gemawan
Bocah itu hanya mengiyakan. Sambil berlalu, tatapan setengah kosong nya menerawang kebeberapa menit yang lalu saat bubaran kelas orang-orang memintanya membawa tas berisi beberapa buku yang ia yakini tidak pernah terisi catatan pelajaran. Buku-buku yang disadari juga pernah ia tulis karena Elang, memintanya untuk menuliskan pekerjaan rumahnya.
"Wang, lu aja yang isiin. Tulisan lu kan bagus!" dengan suara melengking Elang meminta bocah ingusan itu mengerjakan Tugas di Sekolah nya. Dia yang sedang menulis di bukunya sendiri terdiam. Ragu. lalu dengan lemas menerima permintaan Elang. Padahal PR nya sendiri masih setengah kosong. Tapi demi posisinya di lingkaran kelas apa mau dikata.
Diperjalanan, anak-anak ini berpapasan dengan Nunung, Guru kelas mereka.
"Hati-hati ya, anak-anak" ujarnya.
"Iya bu.." jawabnya serentak.
"Iya bu.." jawabnya serentak.
Gemawan, bocah ingusan itu bersembunyi dibelakang anak-anak yang lain. Berharap tas yang dia bawa tidak terlihat Bu Nunung, biar Elang ngga dimarahin, bisiknya dalam hati.
Gemawan memang bocah yang cerdas, dikelas tak kurang dari 5 besar ranking yang diterimanya disetiap Tahun Ajaran. Dia pemalu, pendiam. Dalam angannya dia mengidamkan teman yang menganggap nya sebagai mana adanya di film-film Anime yang tak luput satu episode ia tonton tiap minggu pagi. Atau setidaknya, dalam bisiknya, dia punya teman, apapun konsekuensinya. Dan dengan beragam daya lemah yg dia miliki, Gemawan berharap agar dianggap dalam lingkaran pertemanannya. Tanpa ia sadari saat itu lingkungan pergaulannya adalah racun dan toxic! Namun dia rela mati perlahan diracun demi dianggap sebagai teman.
Dalam siklus kehidupan, Gemawan mungkin akan ada pada waktu dimana dia tumbuh, berkembang, menemukan jati diri dan lingkungan yang cocok buatnya. Atau dia akan tetap disana, menjadi pecundang cap keledai, yang tenaganya dibutuhkan, tapi dihina serendah mungkin.
Di hidup Gemawan, akankah ada seseorang yang datang? Sebagai Satria Piningit penyelamat orang-orang tertindas, atau Messiah yang turun dari langit menghapus kesengsaraan Umat, apa mungkin Imam Mahdi pemimpin teradil di hari akhir? Entahlah, namun Gemawan sekarang harus berusaha sendiri, menemukan jalan hidupnya.
Comments
Post a Comment