Catatan 33: 'UN'

Catatan UN

10 Mei 2014 pukul 18:05

Ilustrasi Generasi Penikmat UN
https://www.facebook.com/notes/nurmillaty-abadiah/dilematika-unas-saat-nilai-salah-berbicara/10152134575249926
setlah mmbaca note diatas aku terdiam.. lalu dalam hati berbisik..
'ini lingkaran setan...'
Pendidikan kita begitu mengerikan. Beberapa hari lalu negeri dikagetkan dengan kasus mengerikan di salah satu Taman Kanak-kanak, semua elemen mengutuk pelaku hingga mempertanyakan  lembaga yang tersohor tempat kejahatan itu
Namun itu hanya produk, sebuah proses jahatlah penyebabnya yang jika kau menelisik lebih jauh kau akan paham betapa kadaluarsa, usang, busuk dan rusak proses pembuatannya.
Pendidikan tidak habis dibahas dalam tulisan ini, setidaknya ada satu yang disinggung di catatan diatas yang ingin ku bahas sedikit, UN.

Program yang kontroversional, aku pun beranggapan begitu.

Problemnya ada di setiap pribadi, UN adalah program dengan tujuan
baik yg di penerapannya berlebihan, tahu sebabnya? Ya, penerapan sistem ini tidak tepat timingnya atau jelek teknisnya. Belum lagi peserta UNAS dan guru juga berlebihan menanggapinya dengan beragam kecurangan. Inilah lingkaran setan pndidikan. Tiap pihak mnganggap apa yg mereka lakukan adalah wajar, sambil menghujat dan mentidakwajarkan perbuatan pihak lain. Harus ada revolusi pndidikan! Dan hal pertama yg harus dilakukan adalah merombak para pengajar, mengubahnya mnjadi 'pendidik' tidak cuma intelegensia yg di perhatikan, tapi juga moral tata krama yg sebenarnya, bukan hanya teori, sambil mmperhatikan psikologi terdidik... menjadi pendidik memang tidak mudah, lebih mudah dianggap pendidik.. dan pendidik berkualitas terlahir dari pendidikan yang baik juga.  Seharusnya ini segera disadari, atau jika sudah disadari segera dibenahi.

jalan keluarnya bukan -hanya- dengan peningkatan Anggaran pendidikan. Uang memang penting, tapi tanpa konsep matang, jelas dan ditetima semua sendi lingkaran pendidikan itu hanya akan jadi ladang korupsi..
.
satu saja sendi pendidikan rusak, maka lingkaran pendidikan tdk akn berjalan dgn semestinya. Sedang pndidikan kita sekarang ini, punya msalah akut di setiap sendi, bahkan tiap pribadi ini kronis! Mungkin butuh amputasi, atau lebih parah tidak bisa diselamatkan, dan harus diganti dari awal.
.
Pendidikan adalah hal pnting dlm berbangsa dan bertanah air, jika sudah begini janganlah -hanya- menghujat para pemain kotor di negeri ini (baik diantara penyelenggara negara sampai cleaning service bejat) karena dia juga brojolan dari lingkaran pendidikan kita.. jebolan dari lingkaran setan kita... yang tanpa sadar kita didalamnya, bahkan ikut memperpekat.
. والعياذ بالله....
.
.
Bebrapa gelintir manusia yg peduli pndidikan kita, telah memulai retreatment terapi pndidikan secara swasta.. sngat kecil mmang, tpi saya harap pembesar negara kelak meliriknya,,, harapan dan apresiasi besar dr saya bagi mereka yg trgbung dlmnya.
.
والله أعلم...
Suka ·  · 
  • AfifahTaryRahmat Syarif dan 4 lainnya menyukai ini.
  • Mohammad Rachmatul Aziz  Dg ekuivalensi ekstensional juga intensional tt pendidikan itu sudah mencangkup smua hal itu, tp yg jd masalah adalah presepsi yg d dominasi pengalaman dan kultural, lbh simpel'a menekankan praktis tanpa pertimbangan teoritis, jd spt kta nabi, harus dmaklumi mereka bgtu krn tdk memahami, dan ingat kata enstein sob, ttg 2 hal yg kekal d dunia, yg trakhr ia sbut adalah kbodohan manusia bukan? Pandangan proporsisi ini scra kausal sudah memberi jwbn, kta sama2 anak bhs, aku kira tdk perlu d perjelas bhs ku dg pertimbangan pemahaman bhs, jgn lupa dg metaforis dan teknologi ttg bhs, ujung'a tdk musikis
  • Ida Faridah tindakan urgen apa yg harus kita lakukan?tidak ada kata terlambatkan untuk berubah lebih baik.....kami hanya bisa menyampaikan semampu kami yg penting tidak keluar dari koridor baik buruk menurut agama & dengan bantuan doa semoga Allah selalu melindungi,memberi petunjuk & meridhoi setiap langkah,tindakan kami & anak didik kami genersi penerus kami
  • Mohammad Rachmatul Aziz Jernihkan tugas pendidikan, kemblikan menghubungkan teoritis dan praktis. Lumpuhkan irasionalitas dan ketundukan buta atas sgala hal
  • Labib El Muna Itu misi kita, yg sadar dan tahu akan ketidakseimbangan 'nalar manhaji' dn aplikasi di ruang blajar, hal2 kecil mmang tdk mrubah scara lngsung, tp stidaknya mnggugah para stakeholder untuk mnerapkan misi kita itu boy,,,

    .

    kbodohan mmng tdk trbtas, mkanya saat trjerumus trlalu dlam mka tdk bisa kembali,, itu di maklumi oleh nabi, krna pnyakit akut yg tdk ada obatnya ya kebodohan akan kebodohannya sendri...
  • Labib El Muna

Comments