Catatan Cafe dan Hal-hal Sepele
Cefe di Tunis itu bermacam-macam
Entah dengan intensi dari si pemilik atau pembuat cafe, cafe di Tunis selalu m memberikan nuansa berbeda satu sama lain.
Entah dengan intensi dari si pemilik atau pembuat cafe, cafe di Tunis selalu m memberikan nuansa berbeda satu sama lain.
Saat dengan Siapa, saat mau ngapain, saat mau ngobrolin apa, kapan mau ngopi nya..
Kesan dan citra yang diberikan berbeda. Memang ada beberapa cafe yg dalam sediaan menu lebih lengkap, juga ada yg racikan barista nya lebih baik dari yang lain. Tapi itu bukan sama sekali pedoman utama mau ngopi dimana.
(pemandangan salah satu Cafe Chaabi di Tunis)
"Ngopi itu bukan tempatnya, atau minumnya apa. Ngopi itu sama siapa" Cak Mun, punya panduan yang lain.
"Klw malem musim panas enak di cafe El Hana, biar sampe pagi dan bisa beli mlawi" ujar Pingun.
"Ngafe tuh enaknya di Zazaa, suasananya pas, orang-orangnya ga rese, juga Cocktail nya enak" kata Yasin
"Kalau mau belajar di Monfleury aja kak" kata temen-temen s1
"Ayo ngopi2 di Tigana, mumpung ada yang abis Sidang nih! " Kalau momennya pas abis sidang di Kampus.
"Sini laa bang, di Cafe Kuning lepas talaqqi saje" kata Syakir anak Malay.
"Mau rapat PPI mah di Rayan aja, biar pada deket semua, terus sekalian nonton bola" kata anak-anak pengurus PPI. Cafe sejuta Umat emang Rayan ini, pengasuh nya Gus Mail.
"Ayo bib ke Grand Cafe! Udah ada bang Budi nooh" Kata bang Amin kalau abis nginep di Rumahnya. Atau,
"Pada ngopi ngga lo?" Pas pagi-pagi di Aïn Zaghouan ama bang Yazid
"Ayo coy, ke Walid, enak anget. Racikan Capucin nya juga joss" Zaim semangat kalau kesana, sambil sesekali ada juga yang bermain game dan ngeces hape disana.
"Oke ditunggu di Barista ya bang!" Kalau no sound no noise group ngajak deep talk.
"Sini di Orange aja bro, sambil Nyisa kalau mau nonton liga Inggris" kata Haedar kalau diajakin ngopi.
"Di kota aja, Ali Baba atau samping nya Zara. Sekalian patroli wkwkwkw" ada yang punya usul lain.
"Eh mas, cari inspirasi baru ya?" Kata Cak Lukman pas ketemu nggak sengaja di Cafe atas Souq Asr.
Asik, unik dan punya kriteria masing-masing.
Pernah dulu ada yang kita pertanyakan saat melihat ramai dan lakunya cafe mengingat jumlah cafe dan letak nya yang sangat intens di Tunis. Tidak heran jika setiap 50-100 m kita lihat cafe di sini. Dan selalu ramai.
"Hiburan dan tempat sosialisasi orang sini mungkin yaa" kata teman-teman jika ada yang bertanya. Karena memang banyak sekali jiwa-jiwa kesepian keluar bergembira saat keluar bersama rekannya dari cafe. Ada juga yang sambil membaca, belajar sambil mencari suasana baru. Atau untuk sekedar membunuh waktu. Setiap hari, pagi, siang, sore, malam, menjelang subuh, sampai pagi lagi semua orang banyak menghabiskan waktu
(Segelas Capucin dan catatan buat corat-coret)
Caffeine adalah bagian dari Tunis, mungkin kalau berdarah kita kita yang pernah di Tunis mungkin darah nya mengandung Caffeine yaa.. wkwkwwkw. Atau bahkan mungkin orang-orang sini pas baru lahir ASI nya di kasih campuran Allonge atau Espresse yaa.. wkwkw
Kalau memang sebuah budaya menawarkan sesuatu, maka tentu jangan dihisap sedalam mungkin, apalagi jikalau ternyata bertentangan dengan prinsip kehidupan dan prioritas kita sebagai pelajar -atau sesuatu apapun itu- dan tentu ajaran Agama. Selalu ada kompromi, selalu ada solusi dan jalan keluar. Karena sejatinya manusia bisa bertahan hidup karen kemempuan Adaptasi nya yang luar biasa.
Tidak pernah salah orang yang jarang bergaul dan nongkrong di cafe, ngga juga ngawur orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di cafe. Setiap orang punya kecenderungan yang berbeda.
Yang pasti sesuatu yang membuat mu berkembang dan mendekatkan dirimu dengan tujuan maka lakukanlah. Sebaliknya yang menghambat dan menghalangi mu dari titik akhir mu, maka hindari lah, atau minimal kurangi lah. Aku anggap kita semua sudah dewasa dengan diri kita. Karena tanggung jawab atas Waktu dan kesempatan yang kita miliki, ya kita sendiri.
(Bozai, di Bardo)
Entah apapun itu aku masih belum pernah merasakan pendarah-dagingan sebuah budaya yaitu ngafe dengan kegiatan sosial ekonomi dan pendidikan dll kecuali di Tunis -entah jika ada juga di negara lain termasuk Nusantara tercinta-
20/01/2020, Cafe Zazaa
20/01/2020, Cafe Zazaa
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNice. Salah satu tempat berkontemplasi. Tempat yg ramai serasa sepi, krn kamu hanya ingin berdua dengan diri sendiri.
ReplyDelete