Ansbol* #1: MU, tersesat di Teater Impian.

Beragam pembacaan dan analisis sebelum pertandingan derby Manchester adalah satu hal yg bnyak diperbincangkan. Namun yang selalu menarik adalah review dari pertandingan nya.
Setidaknya ada 2 hal yg perlu diperhatikan dari pertandingan semalam: krisis taktik dan leadership dari Ole dan vitalnya perbaikan prioritas dari Pep.
Dari sisi Tuan Rumah, MU bermain dengan formasi yg berbeda dengan menambahkan lini tengah fire power satu pemain menjadi 4 pemain dengan mengorbankan lini yang menjadi jembatan lini depan dan belakang. Menyisakan Fred dan Pereira ditengah. Konsekuensinya adalah kacau nya transisi dari menyerang ke bertahan serta lemah nya cover pertahanan dr link tengah MU yang terlihat dari gol ke dua dan ke tiga. Kelemahan MU Pertama adalah tidak ada konsentrasi dr lini belakang, ketidakhadiran Meguire cukup krusial mengingat Jones sangat tidak bisa diharapkan kemarin. Kedua, Tidak ada cover dr lini tengah yg mengisi lini belakang ketika bertahan yang menerapkan high line defending, serta minimnya opsi ketika membangun serangan dr belakang. Dua permasalahan ini segera ole perbaiki dengan mengganti Lingard dengan Matic yg sangat matang dalam menutup ruang pertahanan serta memberi opsi saat possession. Dan memungkinkan pressing MU membuahkan satu Gol hasil usaha Penyerang Muda MU Greenwood dan sang 'captain' Rashford. Didalam dan diluar lapangan terlihat krisis kepemimpinan MU dimana tidak ada arahan jelas dari pelatih maupun kapten. Ole kelihatan kewalahan dengan beban dalam taktik dan kepemimpinan. Layaknya butuh seseorang yg mampu mendisiplinkan pemain yg diluar kondisi -seperti malasnya Martial- dan menerjemahkan keinginan pelatih seperti yang biasa ditunjukan pemain seperti matic di babak kedua. Beberapa pemain MU menunjukkan kerja keras luar biasa, katakan lah Fred yg bertipe box-to-box mampu memberikan perbedaan dalam permainan terutama saat babak kedua. Ketika matic sangat kokoh dibelakang. De gea cukup solid yang tanpanya mungkin akan kita lihat lebih bnyak gol dr City. Williams masih butuh waktu utk memahami jalannya pertandingan sehingga lebih tepat dalam mengambil keputusan. Wan Bissaka mampu membendung Sterling seperti biasa. Pemain lain macam pereira, jemes tidak memberi banyak perbedaan, tidak ada kreativitas dan visi dari lini ke dua MU saat memegang bola. Bahkan Lingard tidak memberikan pressing yang berarti seperti biasanya, karena taktik plan yg dijalankan Pep sangat baik. Dari team away, pep menurunkan lini depan tanpa penyerang merupakan keputusan yg sangat vital. Artinya dia mencoba membuat pertarungan lini tengah yg mengganggu possesion dr MU yg tanpa kreativitas dan mencoba menerapkan pola serangan balik mengambil keuntungan dr lemahnya transisi MU. What a brilliant plan! Namun dari pemain city terlihat satu yg masih sangat butuh perbaikan dan sama sekali tidak terlihat fit in dengan team yg lain, Mendy. Baik saat memegang bola maupun positioning tidak sesuai dengan arahan sang pelatih. Pemain ini perlu ditinjau kehadiran nya dilapangan. Berbeda di sebelah kanan lapangan, Walker. Dia terlihat sangat dominan saat bertahan maupun menyerang. Bahkan posisi right plank yg kosong diisi olehnya saat Bernardo Silva masuk ketengah. Beberapa crossing tercatat membahayakan meski tidak ada penyerang yg proper di kotak pinalti MU. Matic, right man at late timing. Permasalahan lini tengah dan dan bertahan saat babak kedua berhasil diselamatkan oleh Matic. Terlihat saat transisi dia menutup ruang dibelakang pergerakan pemain bertahan MU yg membayangi pemain City. Lalu matic kontribusi dilapangan saat possesion sangat membantu mengatur serangan dan passing CB ke tempat yg 'aman'. Dan kehadiran nya ditengah memberi opsi dan support untuk menjaga possesion. Sayang tidak bermain sejak awal. Tidak bisa dikatakan Matic adalah pemain yg terkenal karena leadershipnya. Namun tanpanya semalam MU tersesat di Rumah dan 'Teater Impiannya'. *Analisis Sepak Bola IG : labib_elmuna
This Picture not mine!









Comments