AnsBol #5: Roberto 'Bobby Firmino (Profil Taktik Pemain)
Kembali menunjukkan kualitasnya sebagai Team player, Firmino hadir sebagai kunci saat laga tandang ke White Hart Lane minggu kemarin. Dibeli dari Hoffenheim dengan bandrol 29 juta Poundsterling 2015, Roberto Firmino tidak menemukan performa terbaiknya di bawah asuhan Brendan Rodgers. Namun sekarang Firmino menjadi salah satu pemain depan terbaik dan bagian terpenting dalam skema dan filosofi permainan Liverpool.
Diawal kedatangannya, Firmino tidak bertanding secara prima, mungkin karena masih dalam proses adaptasi juga tensi serta tempo yg selama ini dia rasakan di Negara asal nya, Brazil, maupun di Jerman sama sekali berbeda dengan apa yang dia mainkan di Priemer League.
Ada kemungkinan juga Brendan Rodgers yang melihat potensi nya saat masih di Hoffenheim, tidak bisa memanfaatkan kemampuannya yg well rounded dan kesulitan menepatkan posisi yang pas bagi Firmino.
Namun saat Rodgers digantikan oleh Jurgen Kloop, dia melihat hal yang menarik dari seorang Firmino, lalu menepatkan nya di posisi no. 9. Apa yang Jurgen rencanakan?
Saat masih di Hoffenheim, Firmino sering bermain di posisi no 10, sebagai attacking midfielder. Melihat baiknya kemampuan finishing, dribling dan game intellektual nya. Tapi Jurgen menemukan dua hal dalam karakter bermainnya Firmino yg khas saat posisi off ball.
Tidak seperti konvensional no.9 yang merupakan target man dan menunggu umpan akhir dari rekannya, sebaliknya Firmino datang menjemput bola ke dalam, memberikan opsi passing diantara lini belakang dan lini tengah lawan. Dengan begitu ada dua hal yang Liverpool dapatkan.
Pertama, dia bisa mendapat bola lebih baik secara kualitas dan kuantitas jika dibandingkan dengan menunggu bola secara shoulder to shoulder dengan defender lawan. Apalagi dengan kemampuan First touch dan control yang kelas dunia dan kemampuan nya dribling bola di ruang yang sempit. Disamping itu secara mental, dia memiliki ketenangan secara emosional dan kecerdasan dalam membaca alur permainan membuat bola saat dipegang olehnya menjadi cair dan tajam diwaktu yang sama, peran yang sangat mirip seperti pivot di lini tengah lapangan yang mampu memberi end passing maupun key pass -macam Busquet atau mungkin Pirlo- namun dimainkan di lini depan atau setidaknya di 1/3 akhir lapangan lawan. Arsitek bagi Skema menyerang Liverpool!
Kedua, saat turun ke bawah, Firmino jika tidak mendapat kan ruang dengan meninggalkan defender dibelakang dia justru akan dibayangi oleh satu atau dua orang pemain bertahan yang hasilnya adalah Mane dan Salah (jika konteksnya adalah Liverpool) akan mendapat ruang yang cukup luas utk di eksploitasi, mengingat banyak pemain Liverpool lain yang memiliki akurasi umpan panjang yang luarbiasa.
Dan dengan turunnya ke posisi yang lebih dalam, saat bola berada di plank utk Crossing, Firmino berperan sebagai late runner to box yang memiliki banyak ruang di kotak pinalti lawan karena defender sibuk menjaga Mane ataupun Salah. Kualitas ini sebenarnya dimiliki juga oleh Karim Benzema yang berperan memberi servis utk Ronaldo.
Namun bukan saat dalam possesion saja Firmino penting dan vital dalam strategi Jurgen Klopp. Saat bertahan justru terlihat seorang Firmino mendapatkan julukan dari banyak Pundit sebagai 'The Ultimate Press Machine'.
Dengan kecerdasan membaca permainan lawan dan menutup jalur passing ke pemain lain juga insting dalam melakukan tackle pada saat yang tepat, permainan Liverpool menjadi sangat berbahaya saat melakukan gegenpressing. Bisa dilihat dari statistik Firmino yang diatas banyak pemain depan lain dalam Intersepsi passing lawan, takle dan pressing yang berakhir ancaman bagi gawang lawan. Atau setidaknya sebagai counter pressing utk winning ball back atau hanya menahan bola agar tidak terjadi counter attack yang sangat berbahaya mengingat team sedang melakukan serangan.
Hal-hal ini tidaklah mungkin bisa berhasil tanpa mentalitas Firmino yang sangat ulet dan hardworking, professional dalam mengikuti instruksi Klopp dan rela melepas kan ego nya untuk bermain sebagai team, juga berkorban kehilangan spot light di lapangan dengan tanpa gol dan assist yang melimpah meskipun sebenarnya dia memiliki kapabilitas utk itu.
Meski ada pemain dengan karakteristik seperti ini (Lingard di MU) atau model seperti Benzema, namun -mungkin- tidak pernah ada yang seperti keduanya diwaktu yang bersamaan kecuali Roberto 'Bobby' Firmino.
AnsBol : Analisis Sepakbola
Penulis : Labib Elmuna
IG: labib_elmuna
Comments
Post a Comment