Catatan 'Viva La Vida', The Heart of Art!
7 Juni 2012
Chris 'Coldplay' menjerit semagrib ini ditelingaku. Entah meneriaki kisah se- Rasul atau bisa jadi ia sedang curhat tentang nasib dirinya sendiri yang murung... Tapi ditelingaku, ia menjerit tentang aku yang malang.
.
Lagu ini berkisah mengenai sosok yang dulunya bgitu berkuasa hingga 'lautpun akan bergejolak' ketika sosok itu bertutur. Bahkan utk sejenak ia merasa kunci -yang mungkin dalam konteks ini adalah kunci surga- sudah ada ditangannya, saat ia bersebelahan dengan tembok pembatas anatara tempatnya yang profan dan yang sakral.
.
Namun sosok itu mnyadari bhwa ada yang berubah dari dirinya hingga orang2 yang mmpercayainya jatuh memusuhinya. Orang2 smakin mmbenci dan mmberontak atas kkuasaan sosok itu.
Akhirnya sosok itupun smakin ptus asa, bhkan sosok itu percaya kelak st. Peter -Rasul Penjaga Surga dalam kpercayaan kristen- pun ga akan memanggilnya...
Satu dua kali mendengar di magrib ini smuya bait2 ini masih bercerita tentang hal yang sama.
Hingga lalu sehingga beberapa kali kudengar keajaiban sastra mngubah makna tiap bait lagu ini!!
Subhanallah! Sastra itu ajaib! Makna dan pencitraan yang kau terima akan selalu berubah-ubah disaat keadaan kau mmbacanya berubah juga!! --Itulah mungkin kenapa Mukjizat terbesar Tuhan adalah sesuatu yg bisa dibaca, Al-Qur'an-
.
Bukan lagi seseorang yang dulu mnguasai. Tpi makna lagu ini berubah mnjadi yang dulu dikuasai!!!!
Dan sekarang bebas..
Yang dia tak lagi merasa untaian katanya tidak ada yg dari hati, ya, saat dia tengah duduk ditahtanya.
Adapun tahta dan istana nya tiada lain dibangun dari pilar pasir, dan bersanggah di tiang garam.
Saat turun dari sebuah bentuk yang seharusnya dilepaskan -yg dalam konteks Chris dia bilang kekuasaan-, maka jiwa yang terbebas mungkin merasakan hampa, namun jika dia wise enough, ia akan sekaligus mendengar dentang bel kebebasan. Tidak lagi sendi-sendinya terikat senar, pun geraknya terbatas panggung.
Ya ini tntang aku mgrib ini... Aku tnpa ikatan! Tanpa batas! Tnpa ada yang tahu!
.
Pernah ada diantara kalian yang mrasakan seperti ini? Kurasa para seniman pernah...
.
Aku tau! Jiwa ku -yang sok seni ini- bergejolak karena keadaan hatiku mrasa berada ditmpat yang baru dan keadaan yang baru... Inilah aku yang anonim!
.
Tidak ada Labib Elmuna magrib ini! Dengan beragam simpul mmbatasi gerak, ini sosok baru, sesosok alien baru yang ada atas logikanya, maujud dari jeritan diri seni yang membanjiri!
.
Ya, mungkin terdengar klise, tapi ada bagian dariku yang mngklaim dirinya adalah seniman..
Dan seniman selalu melintasi segala batas...
Ia liar!
And now my heart of art rules the night!!!
*Never feel such a wild before, ,
hmm. . The show is still going on!
NB:
- Meski perasaan bebas ini hnya bertahan sampai adzan Isya berkumandangan, tpi ku brtrimakasih atas anugrah Tuhan yang luar biasa ini... :)
- brangkali Seniman2 hebat dunia seperti Leonardo da Vinci, Rphael Santi atau William Shakespire mendapat anugrah yang sama setiap kali mereka berkarya... Alhamdulillah :D
- Tulisan ini di perbarui agar relevan dengan pengalaman2 baru di 16-01-2020
Comments
Post a Comment