Catatan 1 : Tentang Malam Itu


Tentang Malam Itu


Alunan suara murattal mendayu, mengalun,
Iringi alam yang masih basah oleh hujan ...
Getarkan hati yang kini rindu msa silam..
Ada rasa sesak saat kawan itu pergi,
Tinggalkan bekas di hati dengan ulukan salamnya..
Tinggalkan kami berpisah lagi ke benteng yang berbda..
.
Seakan tak lagi seperti dulu,,,
.
dan memang tak lagi sperti itu..
.
Aku dan temanku di benteng sebrang, berjauhan. .
Menyesakkan saat ku berpikir bahwa aku,
dan teman sebrang benteng ku tak lagi dkat,
seperti saat kawan itu ada..
Ingin ku peluk kalian dengan tangan-tangan kurus ku...
Lalu ingin ku bisikkan pada kalian bahwa 'aku rindu saat-saat itu'.
Tapi semua begtu berat,
begitu cepat,
begitu tak terkendali,
hingga di bntengku, aku dengan kabel-kabel panjang
dan tumpukan buku tertatih-tatih renungi pertmuan tadi,
coba cari pesan Tuhan untuk kita..
"Kawan ku yang baru saja tinggalkan kami dengan uluk salamnya.
Teman sebrang bntengku yg brdri di puncak benteng. ..
Aku yg trtmpuk bku2 dan trjerat lilitan kabel."
.
.
..Tak pernah ku dpat jwaban itu. . atau sesuatu dibalik itu
Hnya sdikt sangkaan : Tuhan menunjukkan bhwa masa depan begtu luas tak terduga. .
Aku akan tersesat disna jika tanpa 2 hal yg Tuhan tnjukkan mlam ini. ..
.
MATA, untk menatap jalan berkabut di masa depan. .
dan HATI, untuk merangkul apa yang ada disampingmu dari masa lalu dan hari ini. .
.
Alhmdllh, trimaksh kwan, trimaksh tman. .01:31, jumat 4 februari 2011
4 Februari 2011 pukul 0:39


 Suka · 

Comments